La Bonda Blog

~~……About Everything……~~

MiSs U my bLogs…

Oct-15-2009 By bonda

Dah terlalu lama aku abaikan blog ini.. tiba-tiba aku rindu dengan blog…

Mungkin ada banyak benda yang akan tulis dalam ni.. dan mungkin tujuan asal blog ini akan bertukar menjadi cerita tentang aku, all about me.. Linda aka Bonda…

Gayakan Selendang anda…

Mar-27-2009 By bonda
Gayakan selendang anda, dengan fesyen yg cukup sederhana ini…
 

Rumah Gadang

Mar-7-2009 By bonda

Rumah Gadang.. i miss u so much… i will coming insya Allah next year.. postpone for this year coz i m pregnant.. dunt worry rumah gadang…

The Story about “Rumah Gadang”

Rumah gadang (Minangkabau language: ‘big house’) are the traditional homes (Indonesian: ‘rumah adat) of the Minangkabau. The architecture, construction, internal and external decoration, and the functions of the house reflect the culture and values of the Minangkabau. A rumah gadang serves as a residence, a hall for family meetings, and for ceremonial activities. With the Minangkabau society being matrilineal, the rumah gadang is owned by the women of the family who live there – ownership is passed from mother to daughter.

The houses have dramatic curved roof structure with multi-tired, upswept gables. Shuttered windows are built into walls incised with profuse painted floral carvings. The term rumah gadang usually refers to the larger communal homes, however, smaller single residences share many of its architectural elements.

Actually, keturunan asal saya dari sana, so selalu jugaklah balik sana.. best kat sana… tahun lepas dah pergi dah, tahun ni tak dapat coz pregnant, pastu cik abang kata tahun ni raya kat kampung dier lagi, SARAWAK…  lagipun 2nd baby ni kecik lagi, nak bawak pergi jalan-jalan pun tak bley jugak.. (… iyer ker… sabo jelah…) tahun depan insya Allah klo rejeki dan Tuhan mengizinkan bonda nak jalan-jalan kat sana… jalan-jalan & shopping sakan beb… 

Dan Rasulullah pun Menangis..!!

Oct-7-2008 By bonda

Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengubat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan masa untuk mengunjungi sang ayah.

Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak seperti biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.

Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.

“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.

Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat wanita-wanita yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat wanita-wanita yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat wanita-wanita yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi wanita-wanita yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat wanita-wanita berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat wanita-wanita yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari punggungnya, lalu malaikat memukul mereka  dengan pemukul dari api”.

Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh wanita-wanita itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”

Rasulullah menjelaskan, “Wahai putriku, wanita-wanita yang digantung dengan rambutnya itu adalah wanita yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang kagum dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau tudung.
“Sedangkan wanita-wanita yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.

“Lalu wanita-wanita yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah wanita yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami untuk ‘bersama’ dengan tanpa alasan yang jelas.

“Lalu kenapa dengan wanita-wanita yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah wanita yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah

“Bagaimana dengan wanita-wanita yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah wanita  yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita bohong untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan wanita-wanita yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kelebihan orang lain” jelas Rasulullah.

Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.

Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya” Hadits Riwayat Az Zawajir (Oleh:Dave Ariant Yusuf Wicaksono )

Nota: Insya Allah saya akan terjemahkan ke dalam bahasa melayu…

Fesyen Tudung 1

Sep-18-2008 By bonda
Fesyen tudung ini boleh dipakai untuk majlis rasmi, nak dipakai kat tempat kerja pon boleh…, bagi kawan-kawan yang suka pakai baju jenis leher cekak musang ataupon jenis baju kolar yang bergaya, fesyen tudung ini sangat sesuai.. leher tertutup, gaya pakaian bertudung pon tetap sopan..
Tips: jenis fesyen tudung ini lebih sesuai untuk jenis kain tudung yang nipis dan lembut, sehingga lebih senang dibentuk…

Dulu saya pernah menggayakan tudung ini untuk majlis rasmi…

Gambar lama ni, tahun 2004…

Insya Allah jika ada masa lapang, saya akan share dengan kawan-kawan fesyen tudung yang lain.

 

Bonda
www.labonda.com
www.labonda.com/blogs

 

Tips fashion bertudung

Aug-23-2008 By bonda

Nantikan pelbagai tips fashion bertudung dari bonda yerk…

Perkembangan Sulam Kerancang

Aug-23-2008 By bonda

Sulam kerancang/ayak adalah sulaman halus yang bertebuk dibuat dari jalinan benang sulam. Tebukan inilah yang disebut kerancang. Pembuatan kerancang ini adalah suatu proses yang rumit serta menggunakan masa yang lama. Seorang penyulam harus menjaga “tarikan” benang ke kain ( bahan dasar ). Jika tarikan benang terlalu tegang, kain di sekitar kerancang akan berkedut. Apabila tarikan benang kurang tegang, maka jalinan kerancang akan tidak padat dan rapat serta mudah putus karena ketegangan benang sulam tidak sama. Sulaman kerancang ini sulamannya lebih tebal dan tahan lama.

~Proses Pembuatan Kerancang~

Pembuatan kerancang adalah suatu proses yang berbentuk “point of no return“. Jalinan kerancang tersebut terdiri dari jalinan benang sulam serta bahagian bahan dasar yang dipilin untuk menjadi tepi kerancang. Apabila jalinan ini putus, maka sulaman itu tidak dapat diperbaiki kerana material kain yang dipilin untuk membentuk jalinan kerancang tersebut juga ikut terputus (robek). Read the rest of this entry »