Gayakan Selendang anda…
- (1)
Aku hanya harapkan sebuah ketulusan dari coretan ini..
Biasanya dia bagi warna merah.. tupun last dia bagi masa aku mengandung anak pertama, dah lama aku rindukan bunga ni, walaupun hanya setangkai tapi berjuta maknanya bagi aku… Setelah apa yang terjadi dan kami lalui beberapa bulan ini, tiba-tiba aku dapat setangkai dari dia.. apa yg aku harapkan smoga ini adalah sebuah ketulusan yg susah untuk dirangkaikan … dan sebuah kata MAAF yg susah utk dilafazkan…
APEPUN.. TRIMA KASIH HUBBY… B SANGAT MENGHARGAINYA…
Saya dah lama tak niaga kat backlane… huh..huh… huh… coz something problem bonda tak niaga offline lagi, so sorry for all customer La Bonda Collection untuk sementara hanya aktif niaga online sahaja.. last niaga kat backlane November 2008… online pun jadi terbengkalai sampai bulan Januari 2009, tapi di pertengahan Januari 2009, mood bonda dah pulih lagi, semangat untuk tetap memperjuangkan hidup datang lagi, berkat kawan-kawan ((K’mila dan Zai) dan keluarga terutamanya yang selalu memberikan sokongan pada bonda..
Alhamdulillah, sekarang ni koleksi LBC semakin bertambah dari biasanya dan alhamdulillah perniagaan online rasanya jauh lebih berbaloi daripada niaga offline pada masa sekarang ni. Lagilah semangat untuk lebih mengembangkan perniagaan online ini jadi berkobar-kobar..agaknya rezeki anak-anak juga… (sekarang ni tengah pregnant 2nd baby, bertambah anak bertambah rezeki..)
Bonda
Rumah Gadang.. i miss u so much… i will coming insya Allah next year.. postpone for this year coz i m pregnant.. dunt worry rumah gadang…
The Story about “Rumah Gadang”
‘Rumah gadang (Minangkabau language: ‘big house’) are the traditional homes (Indonesian: ‘rumah adat) of the Minangkabau. The architecture, construction, internal and external decoration, and the functions of the house reflect the culture and values of the Minangkabau. A rumah gadang serves as a residence, a hall for family meetings, and for ceremonial activities. With the Minangkabau society being matrilineal, the rumah gadang is owned by the women of the family who live there - ownership is passed from mother to daughter.
The houses have dramatic curved roof structure with multi-tired, upswept gables. Shuttered windows are built into walls incised with profuse painted floral carvings. The term rumah gadang usually refers to the larger communal homes, however, smaller single residences share many of its architectural elements.
Actually, keturunan asal saya dari sana, so selalu jugaklah balik sana.. best kat sana… tahun lepas dah pergi dah, tahun ni tak dapat coz pregnant, pastu cik abang kata tahun ni raya kat kampung dier lagi, SARAWAK… lagipun 2nd baby ni kecik lagi, nak bawak pergi jalan-jalan pun tak bley jugak.. (… iyer ker… sabo jelah…) tahun depan insya Allah klo rejeki dan Tuhan mengizinkan bonda nak jalan-jalan kat sana… jalan-jalan & shopping sakan beb…
Assalamu alaikum…
Fuuh…. dah lama saya tak tulis apa-apa kat blog ni… BERCUTI (bercuti lah konon…!!???$$…).. hmmm…. Mungkin tak de mood, mungkin hilang mood, mungkin juga disebabkan ada problem yang menghilangkan semua semangat, tapi apapun masa tetap akan berlalu, hidup tetap juga diteruskan, semangat untuk perjuangan hidup tetap harus ditingkatkan….
Ampun Ya Allah, berat Ya Allah…!! Aku rasa tak mampu untuk memikulnya… jangan berikan aku cobaan yang aku tak mampu untuk menghadapinya, berikan aku ketabahan Ya Allah, berikan aku kesabaran Ya Allah untuk menghadapi cobaan & dugaan ini…
Ya Allah jangan engkau berikan aku cobaan, yang aku sendiri tak mampu untuk menghadapi & menerimanya!
Ya Allah mungkin dugaan yang engkau berikan ini sebagai hukuman atas apa yang pernah aku buat pada masa lalu aku, yang mungkin aku rasa hal yang biasa, tapi buruk dalam pandangan-Mu!!
Ya Allah ampunilah segala dosa aku, dosa masa lalu aku, dosa aku hari ini, dan dosa aku di kemudian hari…
Ya Allah aku bukanlah insan yang sempurna, aku adalah manusia biasa yang penuh dengan segala kekurangan dan kelemahan…
Ya Allah ingatkan setiap langkah aku, fikiran aku, perbuatan aku dan terutamanya hati dan perasaan aku untuk selalu mengingat Engkau Ya Allah…
KABULKANLAH YA ALLAH…!!
Siang itu Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah meninggalkan rumah untuk berkunjung ke rumah Rasulullah SAW. Semenjak menikah dengan Ali, Fatimah tidak lagi tinggal bersama Rasulullah. Maka sebagai pengubat rindu hati Fatimah dan Ali terhadap Rasulullah, mereka selalu meluangkan masa untuk mengunjungi sang ayah.
Namun pada kunjungan hari itu mereka mendapati Rasulullah tidak seperti biasanya. Dari luar rumah terdengar suara tangisan Rasulullah yang menyayat hati. Ali dan Fatimah berhamburan masuk ke dalam rumah ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Rasulullah.
Rasulullah sedang duduk termenung di dalam rumah. Tergurat kesedihan yang amat dalam di wajahnya. Air matanya terus meleleh membasahi kedua pipi yang putih bagaikan pualam. Sesuatu yang besar telah terjadi hingga Rasulullah menangis tiada henti.
“Assalamua’alika Ya Rasulallah… Apa yang telah terjadi…” tanya Ali.
“Wahai ayah, sesuatu apakah yang telah membuat ayah bersedih. Mengapa air mata ayah terus menetes?” sambung Fatimah.
Rasulullah memandang putri dan menantunya, lalu beliau berkata,
“Tadi malam ada seseorang yang mengajakku naik ke langit… Lalu membawaku ke suatu tempat yang sangat mengerikan. Jurang dalam yang dipenuhi dengan api yang berkobar… Lalu aku melihat orang-orang perempuan dari umatku yang disiksa dengan bermacam-macam siksaan. Begitu dahsyatnya siksaan itu hingga mereka menjerit-jerit kesakitan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis seperti ini”. “Wahai anakku… Diantara siksaan itu, aku melihat wanita-wanita yang digantung dengan rambutnya lalu otaknya mendidih”.
“Kemudian aku melihat wanita-wanita yang digantung dengan lidahnya, lalu air panas mendidih dituangkan ke tenggorokannya”.
“Di sudut yang lain aku melihat wanita-wanita yang diikat kedua kakinya hingga puting payudaranya dan kedua tangannya diikatkan pada ubun-ubunnya, kemudian Allah memerintahkan ular-ular berbisa dan kalajengking untuk menggigit dan menyengat tubuh-tubuh mereka”.
“Tidak hanya itu. Ada lagi wanita-wanita yang digantung dengan kedua puting payudaranya”.
“Lalu aku lihat wanita-wanita berkepala babi namun tubuh mereka seperti keledai dan telah disiapkan untuk mereka satu juta macam siksaan yang lain”.
“Aku juga melihat wanita-wanita yang wajahnya seperti anjing, sedangkan api masuk dari mulutnya dan keluar dari punggungnya, lalu malaikat memukul mereka dengan pemukul dari api”.
Rasulullah diam. Sesekali beliau mengusap air mata yang membasahi pipinya. Lalu bertanyalah Fatimah, “Wahai Ayahku tercinta, Apakah yang telah diperbuat oleh wanita-wanita itu? Sehingga mereka harus menerima siksaan yang sangat mengerikan itu?”
Rasulullah menjelaskan, “Wahai putriku, wanita-wanita yang digantung dengan rambutnya itu adalah wanita yang tidak mau menutup rambutnya dari laki-laki yang bukan mahram”. Dia malah bangga apabila ada laki-laki yang kagum dengan keindahan rambutnya sehingga dia enggan mengenakan kerudung atau tudung.
“Sedangkan wanita-wanita yang digantung dengan lidahnya adalah mereka yang mulutnya sering mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati suaminya”. Istri yang seharusnya bertutur kata yang baik, lemah lembut dan santun terhadap suami, ternyata malah sering melontarkan umpatan, celaan, hinaan dan kata-kata yang kasar. Maka itulah pembalasan yang setimpal dengan perbuatannya.
“Lalu wanita-wanita yang digantung dengan puting payudaranya itu adalah wanita yang menyakiti suami di tempat tidur”. Dia suka menolak ajakan suami untuk ‘bersama’ dengan tanpa alasan yang jelas.
“Lalu kenapa dengan wanita-wanita yang kedua kakinya diikat hingga puting payudaranya dan tangannya sampai ubun-ubun, lalu tubuhnya digerogoti ular dan kalajengking itu Ya Rasulullah…” tanya Fatimah.
“Mereka adalah wanita yang tidak mau segera mandi junub setelah suci dari haid dan suka melalaikan shalat” jawab Rasulullah
“Bagaimana dengan wanita-wanita yang berkepala babi dan bertubuh keledai? Kesalahan apa yang telah mereka lakukan?” tanya Fatimah.
“Wahai Fatimah, mereka adalah wanita yang suka mengadu domba dan suka berbuat dusta”. Dia sebarkan berita-berita bohong untuk mengadu domba manusia.
“Sedangkan wanita-wanita yang yang bertubuh seperti seekor anjing, lalu api dimasukkan ke mulutnya dan keluar melalui duburnya adalah perempuan yang suka mengungkit ungkit pemberian dan suka dengki terhadap kelebihan orang lain” jelas Rasulullah.
Fatimah dan Ali tertegun mendengar cerita yang merupakan kejadian nyata yang dilihat oleh Rasulullah dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Allah sengaja menunjukkan kejadian-kejadian itu kepada rasulNya agar menjadi peringatan bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman.
Di akhir cerita Rasulullah berpesan kepada Fatimah, “Wahai anak perempuanku.. Celaka bagi seorang istri yang menentang pada suaminya” Hadits Riwayat Az Zawajir (Oleh:Dave Ariant Yusuf Wicaksono )
Nota: Insya Allah saya akan terjemahkan ke dalam bahasa melayu…
Alhamdulillah minggu lepas tiap hari ada sale, pengunjung bertambah ramai… klo minggu sebelum ni harapkan hari sabtu jer… Hari Jumat & ahad tu dok layan orang bertanya jer.. tapi at least ada jugak yang masuk gerai… dan alhamdulillah minggu lepas pada umumnya pelanggan yang bertanya tu datang lagi ke gerai tapi bukan bertanya.. SHOPPING @ GERAI LABONDA… berbaloi jugak mulut ni berbuih bagi penerangan dengan customer tu awal-awal dia datang gerai sebelum ni.. Alhamdulillah…
Harap-haraplah semakin ramai orang akan datang ke bacKlane ni.. so Insya Allah pelanggan Labonda pon akan bertambah…
Btw bagi pengunjung dan pembaca semua koleksi blaus & tudung labonda yang baru dah sampai.. jenguk-jenguklah online shop bonda, klo ada yang bekenan tu boleh order dg saya… Online maupon offline… datang rumah pon boleh jugak, tapi kena inform awal-awal yerk..
Tips: jenis fesyen tudung ini lebih sesuai untuk jenis kain tudung yang nipis dan lembut, sehingga lebih senang dibentuk…
Dulu saya pernah menggayakan tudung ini untuk majlis rasmi…
Insya Allah jika ada masa lapang, saya akan share dengan kawan-kawan fesyen tudung yang lain.
Bonda
www.labonda.com
www.labonda.com/blogs
Pada minggu ke-2, perniagaan di backlane@setiawangsa KL ada sedikit kemajuan, walaupon tidak banyak, pengunjung semakin ramai.
Sebetulnya perniagaan secara offline ni tidak terancang, sehingga persiapan pon tidak begitu matang, tapi saya akan mencuba untuk lebih profesional bagi perniagaan offline ini. Sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit, Insya Allah saya akan menambah koleksi dari masa ke semasa.
Bonda.
30 Ogos 2008
Hari Pertama niaga, alhamdulillah ramai yang berkunjung ke backlane@setiawangsa KL. Respon dari yang membeli koleksi tudung LaBonda pon alhamdulillah memuaskan hati…
Berikut ini transaksi antara saya dengan pelanggan pertama saya di Backlane:-
C : Eh cantik tudung ni.., berapa ni … Read the rest of this entry »